Antenatal Care (ANC)

28 Mar

Antenatal Care (ANC)

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang


Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kehamilan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu pelayanan antenatal care merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi adanya kehamilan resiko tinggi. Dengan adanya antenatal care sebagai deteksi dini adanya kehamilan yang beresiko tinggi sebagai salah satu penyebab kematian ibu hamil. Antenatal care diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu dari 450/100.000 kelahiran hidup sehingga mencapai target AKI pada tahun 2010 dapat diturunkan sampai 125/100.000 kelahiran hidup. (Prawirohardjo, 2002)

Sebagaiman didapati bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di DIY dinilai cukup tinggi. Untuk menguranginya, pemerintah dan masyarakat diminta bersinergi menurunkan kasus tersebut.

Ketua TIM Evaluasi KSI (Kampung Sayang Ibu) DIY Siswatiningsih mengatakan di DIY, pada 2011, kasus AKI mencapai 56 kasus. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding 2009 lalu yang hanya 48 kasus dan 2010 sebanyak 43 kasus.

Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir harus melalui jalan yang terjal. Terlebih jika dikaitkan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 100.000 kelahiran hidup yang harus dicapai. Waktu yang tersisa hanya tinggal tiga tahun ini, tidak akan cukup untuk mencapai sasaran itu tanpa upaya-upaya yang luar biasa.

Dengan Antenatal Care, ibu hamil tersebut harus sering dikunjungi jika terdapat masalah dan hendaknya disarankan untuk menemui petugas kesehatan bila merasakan tanda-tanda kehamilan. Untuk itu wanita hamil terutama trimester lanjut untuk lebih sering memeriksakan diri sejak dini dengan tujuan dapat mengurangi penyulit pada saat inpartu (Pelaksanakan Kesehatan Maternal Dan Neonatal,2002).

Untuk itulah tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan obstetric dan neonatal, khususnya bidan harus mampu dan terampil memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

B.     Tujuan Umum dan Khusus
Tujuan Umum
Untuk menyelesaikan tugas makalah yang diberikan dan untuk melaksanakan asuhan kebidanan langsung kepada pasien secara optimal pada ibu dan anak selama dalam kehamilan normal sehingga didapat ibu dan anak yang sehat.

Tujuan Khusus
Menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara alamiah kedalam proses asuhan kebidanan serta mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan kebidanan dengan menggunakan Manajemen Hellen Varney sehingga diharapkan mampu :

  1. Melaksanakan pengkajian data.
  2. Mengidentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan.
  3. Menentukan antisipasi masalah potensial.
  4. Mengidentifikasi kebutuhan segera.
  5. Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah.
  6. Melaksanakan rencana asuhan dengan masalah.
  7. Mengevaluasi keefektifan asuhan kebidanan yang telah dilaksanak

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A.      KEHAMILAN

Kehamilan adalah proses dan mulainya ovulasi sampai partus yaitu kira-kira 280 hari ( 40 minggu) juga disebut kehamilan mature (cukup bulan) lebih dari 43 minggu disebut postmature dan kehamilan antara 28 minggu sampai 36 minggu disebut kehamilan premature. (Sarwono  : 2002)

Kehamilan adalah masa  dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dimulai dari bulan ke empat sampai bulan ke enam dan triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan. (Saifudin : 2001)

2.    Proses Kehamilan (Fisiologi Kehamilan)
Ovulasi pelepasan ovum
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal yang kompleks. Jumlah ogonium pada wanita :

1)   BBL                            : 750.000

2)   Umur 6-15 tahun         : 439.000

3)   Umur 16 – 25 tahun    : 159.000

4)   Umur 26 – 35 tahun    : 59.000

5)   Umur 36 – 45 tahun    : 34.000

6)   Menopause                  : Hilang

Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.

1)    Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus

2)    Menjadi spermatosit pertama

3)    Menjadi spermatosit kedua

4)    Menjadi spermatid

5)    Akhirnya spermatozoa

Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas : Kepala : lajang sedikit gepeng yang mengandung inti. Leher : penghubung antara kepala dan ekor. Ekor : panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung energi sehingga dapat bergerak.

Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zygot
Pertemuan inti ovum dan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zygot. Proses konsepsi berlangsung sebagai berikut :

1)        Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona radiata, yang mengandung persediaan nutrisi.

2)        Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metafase ditengah sitoplasma yang disebut vitellus.

3)        Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona pelusida. Nutrisi dialirkan divitellus, melalui saluran pada zona pelusida.

4)        Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba, karena ; tempat yang paling luas, Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia, Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampulla tuba.

5)        Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam : Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri. Dalam cavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan sebagian dari “Liproteinnya” sehingga mampu mengadakan fertilisasi. Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba. Spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna. Spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis karena radiata dan zona pelusida dengan proses enzimatik : hialuronidase. Melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum. Setelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum, ekornya lepas dan tertinggal di luar. Kedua intiovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentu zygot.

Terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “Vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metasase”.

Proses pemecahan dan pematangan mengikuti bentuk anafase dan “telofase”sehingga pronukleus-nya menjadi “haploid”. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pasangan pembawa tanda dari pihak pria maupun wanita.

Pembentukan placenta
Bagian desidua yang tidak dihancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Sedangkan dari sudut fetus, maka plasenta akan dibagi menjadi sekitar 200 kotiledor fetus. Setiap, kotiledon fetus terus bercabang dan mengambang ditengah aliran darah untuk menjalankan fungsinya memberikan nutrisi, pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ibu. Darah ibu dan janin tidak berhubungan langsung dan dipisahkan oleh lapisan trofoblas, dinding pembuluh darah janin. Fungsinya dilakukan berdasarkan sistem osmotik dan enzimatis serta pinositosis. Situasi placenta demikian disebut sistem placenta hemokorial. (Manuaba : 1992)

3.    Tanda Dan Gejala KehamilanGejala kehamilan tidak pasti :

1)   Amenore (tidak mendapat haid)

2)   Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah). Sering terjadi pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan disebut morning sickness

3)   Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)

4)   Konstipasi / obstipasi, disebabkan penurunan peristaltik usus oleh hormon steroid

5)   Sering kencing

6)   Pusing, pingsan dan mudah muntah Pingsan sering ditemukan bila berada ditempat ramai pada bulan-bulan pertama kehamilan, lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu

7)   Anoreksia (tidak ada nafsu makan)

Tanda kehamilan tidak pasti

1)   Pigmentasi kulit, kira-kira 12 minggu atau lebih

2)   Leukore, sekret serviks meningkat karena pengaruh peningkatan hormon progesteron

3)   Epalis (hypertrofi papila gingiva), sering terjadi pada TM I kehamilan

4)   Perubahan payudara, payudara menjadi tegang dan membesar karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang merangsang daktuli dan alveoli payudara. Daerah areola menjadi lebih hitam karena deposit pigmen berlebihan. Terdapat colostrum bila kehamilan lebih dari 12 minggu.

5)   Pembesaran abdoment, jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.

6)   Suhu basal meningkat terus antara 37,2 – 37,8 0C

7)   Perubahan organ-organ dalam pelvix :

a)      Tanda chadwick : livid, terjadi kira-kira minggu ke-6

b)      Tanda hegar : segmen bawah rahim lembek pada perabaan

c)      Tanda piscasexk : uterus membesar kesalah satu jurusan

d)     Tanda Braxton-Hiks : uterus berkontraksi bila dirangsang.

8)   Tes kehamilan

Yang banyak dipakai pemeriksaan hormon korionik gonadotropin (hCG) dalam urine. Dasarnya reaksi antigen, antibody dengan hCG sebagai antige

  1. Tanda pasti kehamilan

1)   Pada palpasi dirasakan janin (bagian-bagian janin) dan balotemen serta gerak janin

2)   Pada auskultasi terdengar Denyut jantung janin (DJJ)

3)   Dengan ultrasonography (USG) atau scanning dapat dilihat gambaran janin.

4)   Pada pemeriksaan sinar X tampak kerangka janin. Tidak dilakukan lagi sekarang karena dampak radiasi terhadap janin. (Boedisantosa Ranakusuma:1999 )

4.    Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kebidanan terbagi dalam :

  • Anamnesa, meliputi :

1)   Identitas diri dan keluarga

2)   Riwayat obstetrik yang lalu

3)   Riwayat penyakit yang pernah / sedang diderita oleh ibu dan keluarga

4)   Riwayat sosial ekonom

  • Pemeriksaan, meliputi :

1)   Pemeriksaan umum

2)   Pemeriksaan luar (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi)

3)   Pemeriksaan dalam :

a)                   Vaginal Toucher (VT)

b)                  Recktal Toucher (RT)

4)   Pemeriksaan rontgenologis

5)   Pemeriksaan laboratorium : darah, urine

6)    USG

  • Diagnosa atau ikhtiar pemeriksaan :

1)    Hamil atau tidak

2)    Primi atau multigravida

3)    Usia kehamilan

4)    Anak hidup atau mati

5)    Anak tunggal atau anak kembar

6)    Letak / posisi janin

7)    Anak intra uterine atau extrauterine

8)    Keadaan jalan lahir

9)    Keadaan klien

  • Prognosa (Ramalan)

1)   Setelah pemeriksaan selesai maka dasar pemeriksaan kita adalah harus membuat prognosa atau tafsiran persalinan artinya berusaha meramalkan apakah persalinan akan berjalan dengan biasa atau sulit dan berbahaya.

2)   Ramalan perlu untuk menentukan apakah penderita harus bersalin di RSUP (Rumah Sakit Umum Persalinan), RSU, atau di rumah saja, apakah proses persalinan harus dipimpin oleh dokter ahli atau oleh seorang bidan saja yang harus disediakan supaya persalinan dapat berlangsung dengan selamat bagi ibu dan janin

  • Theraphy (pengobatan)

Tujuan therapy pada kehamilan antara lain :

1)   Untuk mencapai taraf kehidupan yang setinggi-tingginya dalam kehamilan, sampai dengan menjelang persalinan.

2)   Ibu harus diberi nasehat-nasehat mengenai cara-cara kehidupan selama hamil. Berapa kali harus memeriksakan kehamilannya atau apa yang harus disediakan bila bersalin di rumah. (Manuaba : 1992)

5.    Diagnosis Banding Kehamilan
Suatu kehamilan kadang harus dibedakan dengan keadaan atau penyakit dalam pemeriksaan yang meragukan :

  1. Pseudosiesis (wanita yang sangat menginginkan kehamilan  gejalanya seperti hamil)
  2. Sistoma ovari
  3. Mioma uteri
  4. Vesica urinaria dengan retensi urine
  5. Menopause (Boedisantosa Ranakusuma : 1999)

6.    Hal-Hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Kehamilan
Berat badan dan tinggi badan ibu
Pada pemeriksaan kehamilan pertama perhatikan apakah berat badan ibu sesuai dengan tinggi badan ibu dan usia kehamilan. Bila berat badan ibu kurang atau lebih cari dan atasi penyebabnya.

Pada pemeriksaan selanjutnya perhatikan peningkatan berat badan ibu.

Penambahan berat badan ibu hamil 0,5 kg perminggu atau 9 kg – 11 kg selama kehamilan. Bila ibu memiliki tinggi badan kurang dari 140 cm, curigai adanya disproporsi sefalopelvik.

Tekanan darah
Apabila kenaikan tekanan darah sistolik > 30 mmHg atau mencapai > 140 mmHg atau kenaikan tekanan darah diastolik lebih dari 15 mmHg atau mencapai > 90 mmHg, curigai adanya preeklamsia, eklamsia atau hipertensi dalam kehamilan.

Tinggi fundus uteri
Tinggi fundus uteri meningkat sesuai usia kehamilan. Peningkatan tinggi fundus uteri terutama pada trimester ketiga kehamilan.

Denyut jantung janin (DJJ)
Dalam keadaan yang normal frekuensi BJJ berkisar antara 120-160 x/menit. Berdasarkan partograf WHO, denyut kurang dari 120 detik/menit (bradicardi) atau lebih dari 160 detik/menit (takicardi) saat ibu sedang tidak HIS menunjukkan gawat janin. Bila tidak ditemukan DJJ pada daerah punggung janin, curigai adanya kematian janin (IUFD), mola hidatidosa, atau pertumbuhan janin terhambat.

Ditemukannya dua bunyi jantung ditempat yang berbeda dengan perbedaan frekuensi paling sedikit  10 x/menit merupakan diagnosis pasti kehamilan ganda (gamelli).

Odema
Odema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal yang fisiologis. Namun bila disertai odema ditubuh bagian atas seperti muka dan lengan, terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah, curigai adanya preeklamsia.

Besar dan letak janin
Ukuran uterus yang tidak sesuai dengan usia kehamilan (lebih kecil) dapat disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan janin atau kematian janin intra uterine. Sedangkan bila lebih besar curigai adanya makrosomia, kehamilan mola, atau gamelli. Setelah kehamilan 34 minggu, letak janin yang normal adalah memanjang dengan letak kepala di bawah. Kelainan yang dapat terjadi adalah letak lintang, letak oblia atau letak sungsang (presentasi bokong).

Perdarahan
Perdarahan pada trimester pertama dapat merupakan hal yang fisiologis yaitu tanda hartman, perdarahan pervaginam akibat nidasi blastosis ke endometrium yang menyebabkan perlukaan. Perdarahan berlangsung sebentar, sedikit dan tidak membahayakan kehamilan.

Perdarahan TM1 dapat merupakan hal patologis yaitu abortus, kehamilan ektropik, atau mola hidatidosa. Setelah kehamilan 22 minggu, perdarahan yang terjadi disebut perdarah antepartum, banyak disebabkan plasenta previa dan solusio placenta. (Manuaba : 1992)

7.    Perubahan Fisiologis Pada Kehamilan
Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh sistem genetalia wanita mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Plasenta dalam perkembangannya mengeluarkan hormon somatomamotropin, estrogen, dan progesteron yang menyebabkan perubahan pada :

  • Rahim atau uterus

Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gr akan mengalami hipertrophy dan hiperplasia sehingga menjadi seberat 1000 gr saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertrophy menjadi lebih besar, lunak, dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.

1)        Pada ukuran 16 minggu, kavum uteri sepenuhnya diisi oleh amnion. Tingginya rahim setengah dari jarak simpisis dan pusat placenta sudah terbentuk sepenuhnya.

2)        Pada ukuran 20 minggu, fundus rahim terletak 2 jari dibawah pusat sedangkan pada ukuran 24 minggu tepat ditepi atas puast.

3)        Pada ukuran 28 minggu, TFU sekitar 3 jari diatas pusat atau sepertiga jarak antara pusat dan prosesus xifoideus.

4)        Pada ukuran 32 minggu TFU setengah jarak prosesus xifoideus dan pusat

5)        Pada ukuran 36 minggu TFU satu jari di bawah prosesus xifodeus kepala janin belum masuk PAP

6)        Pada ukuran 40 minggu TFU turun setinggi 3 jari dibawah prosesus xifoideus karena kepala janin sudah mulai masuk PAP

  • Vagina (liang senggama)

Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwicks)

  1. Ovarium (indung telur)

Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya placena yang sempurna pada ukuran 16 minggu.

  • Payudara

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen, progesteron, dan somatoma monotropin fungsi hormon mempersiapkan payudara untuk pemberian ASI :

1)        Estrogen berfungsi :

a)    Menimbulkan hipertrofy sistem saluran payudara

b)   Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin membesar

c)    Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak cair dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara

2)        Progesteron berfungsi :

a)    Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi

b)   Menambah jumlah sel asinus

3)        Somatomammotropin berfungsi :

a)    Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin

b)   Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara

c)    Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan

Penampakan payudara pada ibu hamil :

a)    Payudara menjadi lebih besar

b)   Areola payudara makin hiperpigmentasi

c)    Glandula montgomery makin tampak

d)   Puting susu makin menonjol

e)    Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada sehingga pembuatan ASI dapat berlangsung

  • Sirkulasi darah ibu

Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor antara lain :

1)   Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin.

2)   Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retroplasenter.

3)   Pengaruh hormon estrogen dan progesteron makin meningkat.

Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah:

1)    Volume darah meningkat

2)   Sel darah makin meningkat jumlahnya untuk mengimbangi pertumbuhan janin

3)    Sistem respirasi dan Sistem pencernaan

4)    Traktus urinarius

Perubahan pada kulit (hyperpigmentasi) dan metabolisme (Sulaiman Sastrawinata:1983)

8.    Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil
Pengertian Nutrisi Sehat
Nutrisi atau makanan yang sehat adalah mengenai cara memilih makanan yang seimbang dan merasakan yang terbaik secara fisik serta mental bagi diri. Sedangkan makan sehat adalah mengenai makan yang sesungguhnya dan menikmati makanan tersebut. (Hunter& Dodds, 2005)

Kalori
Selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk perubahan metabolisme yang terjadi. Di trimester II dan III, kebutuhan kalori tambahan ini berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. Berdasarkan perhitungan, pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil.

Protein
Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. Artinya, wanita hamil butuh protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil. Protein tersebut dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun plasenta dan janin. Protein juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.

Lemak
Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak sebagai sumber kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta.

Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah akan meningkat pada akhir trimester III. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serealia, nasi dan pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.

Vitamin dan mineral
Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel. Tak cuma itu.

Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino.

Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Begitu juga kebutuhan mineral, terutama magnesium dan zat besi. Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak. Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi, disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil.

B.       PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANC)
1.    Pengertian ANC
ANC adalah pemeriksaan / pengawasan antenatal adalah periksaan kehamilan untuk   mengoptimalisasi kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga, mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapkan pemberian ASI, dan kehamilan kesehatan reproduksi secara wajar.

Tujuan utama ANC adalah menurunkan/ mencegahan kesakitan dan kematian maternal dan perinatal.

Sedang tujuan Khusus ANC adalah:

  1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tubuh kembang bayi
  2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental dan sosial ibu
  3. Mengenal secara dini adanya, ketidak normalan, komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit secara, umum, kebidanan, dan pembedahan.
  4. Mempersiapkan kehamilan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya dengan trauma semenimal mungkin
  5. Mempersiapkan ibu agar semasa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
  6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima, kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.

Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu :

Satu kali pada trimester 1

Satu kali pada trimester II

Dua kali pada trimester III

Pemeriksaan pertama, dilakukan segera setelah ketahui terlambat haid, Kunjungan ANC yang saint adalah:

1)        Setiap bulan sampai kehamilan 28 munggu

2)        Setiap 2 minggu sampai umur kehamilan 32 minggu

3)        Setiap 1 minggu sejak kehamiilan 32 minggu sampai terjadi kehamilan.

4)        Pemeriksaan khusus jika ada keluhan tertentu

Pelayanan Asuhan Standar Minimal “7T”

1)        Timbang berat badan

2)        Tekanan darah

3)        Tinggu fundus uteri (TFU)

4)        TT lengkap imunisasi

5)        Tablet Fe minimal 90 paper selama kehamilan

6)        Tengok / periksa ibu hamil dari ujung rambut sampai ujung kaki

7)        Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan

  1. 2.    Standar Pelayanan Ante Natal Care (Anc)

Standar 1 : Metode Asuahan,

Asuhan kebidanan dilakukan dengan metode manajamen, kebidanan dengan langkah : Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagnosa perencananevaluasi dan dokumentasi.

Standar 2: Pengkajian

Pengumpulan data tentang status kesehatan klien di lakukan sacara sistematis berkisinambungan. Data yang dioeroleh dicatat dan dianalisis.

Standar 3 : Identifikasi ibu hamil

Bidan memlakukan kunjungan rumah dan berintraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotipasi ibu , suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan teratur.

Standar 4 : Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal

Bidan memeberi sedikitnya 4x pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah pembengkakan berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS, (Penyakit Menular Seksual) / infeksi HIV (Human Imumuno Deficiency Virus) ; memberikan pelayanan imunisasi , nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas, mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu megambil tindakan yang diperlikan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.

Standar 5 : Palpasi Abdomenal

Bidan melakukan pemeriksaan abdomenal secara seksama dan melakukan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk pemeriksaan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah memeriksa posisi, bagian terendah janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan, serta melakukan rujukan tetap waktu.

Standar 6 : Pengelolaan Anemia pada Kehamilan

Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan / atau rujukan semua khasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Standar 7 : Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan

Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi lainnya, serta mengambil tindakan  yang tepat dan merujuknya.

Standar 8 : Pemeriksaan Persalinan

Bidan memberipat kepadakan saran yang tepat pada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ke tiga, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman  suasana yang menyengkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat, Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.

  1. 3.    Penatalaksanaa Ante Natal Care (ANC)

Timbang berat badan

Ukuran berat badan kg tanpa sepatu dan memakai yang seringan-ringannya. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester III dinyatakan ibu kurus kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Ukur tekanan darah.

Ukur (Tinggi) Fundus Uteri

Pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah janin dan masuknya kepala janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.

Pemberian imunisasi TT lengkap

Untuk mencegah tetanus neonatorum,

4.    Kriteria Keteraturan ANC
Pemeriksaan kehamilan dilakukan berulang-ulang dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan pertama kali yng ideal sedini mungkin ketika haid nya terlambat satu bulan
  2. Periksa ulang 1 x sebelum sampai kehamilan 7 bulan
  3. Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan
  4. Pemeriksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan
  5. Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan
  6. Berdasarkan keterangan di atas dapat di simpulkan bahwa, ibu hamil secara ideal melaksanakan perawatan kehamilan maksimal 13-15 kali. Dan minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester II dan dua kali pada trimester III, Namun jika terdapatt kelainan dalam kehamilannya, maka frekuensi pemeriksaan di sesuaikan menurut kebutuhan masing-masing sehingga dapat di simpulkan bahwa dikatakan teratur juka ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan >4 kali kunjungan, kurang teratur : pemeriksaan kehamilan 2-3 kali kunjungan dan tidak teratur jika ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan kehamilan < 2 kali kinjungan.

5.    Dampak Ibu Hamil Tidak ANC

  1. Tidak terdeteksinya kelainan-kelainan kehamilan
  2. Meningkatkan angka mortalitas dan mortabilitas ibu
  3. kelaianan fisik yang terjadi pada saat persalaman tidak dapat dideteksi secara dini.

C.      KONSEP DASAR MANAJEMEN HELLEN VARNEY

  1. Pengkajian

Merupakan langkah awal untuk mendapatkan data dari keadaan ibu hamil melalui anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Data-data atas klasifikasikan sebagai data subyektif, obyektif, penunjang.

Data Subyektif
Data subyektif adalah data yang didapatkan dari hasil wawancara (anamnesa) langsung kepada klien dan keluarga, tim kesehatan lainnya. Data subyektif ini mencakup semua keluhan dari klien terhadap masalah kesehatan yang dialami. Dengan hasil anamnesa terhadap klien tentang masalah kesehatan yang dialami meliputi hal-hal sebagai berikut :

1)   Biodata

Biodata berisi identitas klien bersama suaminya yang meliputi : nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, suku/bangsa, alamat dan status perkawinan.

2)   Keluhan Utama

Ditanyakan apa yang dirasakan sekarang sehingga klien dating ke klinik atau petugas kesehatan.

3)   Riwayat Kesehatan Sekarang

Penyakit berat apa yang diderita klien yang dapat mempengaruhi kehamilannya (trauma, gangguan hati, hipertensi, kencing manis, jantung, asma, tumor, haid terlalu lama (terlalu sering).

4)   Riwayat Kesehatan lalu

Apakah menderita trauma, gangguan hati, hipertensi, kencing manis, jantung, tumor, asma.

5)   Riwayat Kesehatan Keluarga

Ditanyakan apakah didalam keluarganya ada yang menderita penyakit menurun/ menular, tidak ada keturunan kembar.

6)   Riwayat Kebidanan

a)        Riwayat Haid

Terdiri dari menarche umur berapa, haid teratur atau tidak, siklus haid berapa hari, lama haid, banyak, warna, bau, apakah ada keluhan sebelumnya, selama haid atau sesudah haid bagaimana menstruasi, flour albus/ tidak.

b)        Riwayat KB

Ditanyakan apakah klien ikut KB atau tidak, kalau ya kapan dan jenis apa, sudah memakai berapa lama.

c)        Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas lalu

Yang perlu ditanyakan adalah klien saat ini hamil ke berapa, keluhan yang dirasakan selama hamil, persalinan.

7)   Pola Kebiasaan Sehari-Hari

a)        Pola Nutrisi

Bagaimana nafsu makannya, berapa kali makannya dalam sehari, bagaimana komposisinya, berapa banyak jumlah minumnya, apa saja minumnya, air putih, susu, teh dan kopi.

b)        Pola Aktivitas

Hal yang perlu ditanyakan adalah kegiatan apa saja yang dilakukan sehari-hari bila klien bekerja, mulai jam berapa, dimana ditanyakan sebelum dan selama hamil.

c)        Pola Eliminasi

Hal yang perlu ditanyakan tentang pola BAK dan BAB nya sebelum hamil dan selama hamil, terdapat keluhan atau tidak, berapa frekuensinya dalam sehari, warna, konsistensi.

d)       Pola Istirahat atau Tidur

Hal yang perlu ditanyakan, bagaimana tidurnya dalam sehari, berapa lama waktu tidurnya (jam berapa sampai jam berapa), apa ada gangguan tidur/ tidak. Semua itu ditanyakan sebelum dan selama hamil.

e)        Pola Personal Hygiene

Ditanyakan tentang berapa kali mandi dalam sehari, gosok gigi, ganti baju, mencuci rambut dalam seminggu berapa kali.

f)         Pola Seksualitas

Hal yang ditanyakan adalah sebatas frekuensi hubungan seksualitas dalam seminggu.

  1. Data Obyektif

Data obyektif adalah data yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik yang terdiri dari inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi dan pemeriksaan yang terdiri dari :

1)   Keadaan Umum
Bagaimana tingkat kesadaran, postur tubuh, cara berjalan, TB, BB (sebelum dan saat hamil), berapa kenaikannya, serta berapa ukuran lilanya untuk mengetahui status gizi buruk.

2)   Tanda-Tanda Vital
Tekanan darah : 110/70 – 140/90 mmHg
Suhu : 36,5 – 37,40 C
Nadi : 76 – 92 x/menit
RR : 16 – 24 x/menit

3)   Pemeriksaan Fisik

a)        Inspeksi

(1)     Kepala: Warna rambut, bentuk rambut, rambut tidak rontok, kulit kepala bersih atau kotor, rambut ada ketombe atau tidak.

(2)     Muka: Pucat atau tidak, ada oedem atau tidak.

(3)     Mata : Simetris atau tidak, conjugtiva merah muda atau tidak.

(4)     Hidung : Simetris atau tidak, ada secret atau tidak, ada polip atau tidak.

(5)      Telinga : Simetris atau tidak, ada serumen atau tidak

(6)      Mulut dan Gigi : Bibir lembab atau tidak, ada stomatitis atau tidak, ada caries atau tidak, kotor atau tidak, gusi berdarah atau tidak, ada gigi palsu atau tidak, lidah bersih atau tidak.

(7)     Telinga : Simetris atau tidak, ada serumen atau tidak.

(8)     Dada : Simetris atau tidak, puting susu menonjol atau tidak, ada hyperpigmentasi atau tidak, sudah keluar colostrom atau tidak.

(9)     Abdomen : Simetris atau tidak, ada luka operasi atau luka bekas operasi, ada linea nigra atau tidak.

(10) Punggung : Simetris atau tidak, ada kelainan tulang belakang atau tidak

(11) Genetalia : Bersih atau tidak, oedem atau tidak, ada perdarahan atau tidak.

(12) Ekstremitas atas : Bersih atau tidak, ada kelainan jari atau tidak, ada kelainan gerak atau tidak, oedem/ tidak.

(13) Ekstremitas bawah : Bersih atau tidak, ada kelainan jari atau tidak, oedem/ tidak.

b)        Palpasi

(1)     Kepala : Ada nyeri tekan atau tidak, ada benjolan atau tidak

(2)      Leher : Ada pembesaran kelenjar tyroid atau bendungan vena jugularis atau tidak.

(3)     Dada : Ada benjolan abnormal atau tidak, ketika dipalpasi keluar ASI atau tidak, ada nyeri tekan atau tidak.

(4)     Abdomen :

(a)           Leopold I : Untuk menentukan bagian apa di fundus, mengukur tinggi fundus uteri.

(b)          Leopold II : Apakah yang ada disamping kanan kiri jika lintang akan teraba kepala dan bokong, untuk menentukan puka dan puki.

(c)           Leopold III : Untuk menentukan bagian terbawah janin apa sudah masuk PAP atau belum.

(d)           Leopold IV : Untuk menentukan seberapa jauh bagian terbawah janin masuk PAP.

c)        Auskultasi

(1)     Dada             : Ada wheezing dan ronchi atau tidak.

(2)     Abdomen      : DJJ terdengar atau tidak.

d)       Perkusi

(1)     Abdomen           : Kembung/ tidak.

(2)     Ekstremitas atas : Reflek patella kanan dan kiri (+/-)

4)   Pemeriksaan Panggul Luar
Alat yang digunakan ada metelin

a)        Distansia Spinarum          : 24 26 cm

b)        Distansia Cristarum          : 20 30 cm.

c)        Conjugata Externa           : 18 20 cm

d)       Lingkar Panggul               : 80 90 cm.

5)   Pemeriksaan Laboratorium
Yaitu pemeriksaan yang dilakukan di Ruang Laboratorium (urine, tinja, darah) untuk menanyakan diagnosa dan ketidak normalan.

6)   Pemeriksaan Penunjang
Yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan diagnosa (USG).

  1. Identifikasi Diagnosa, Masalah Dan Kebutuhan

Yaitu diagnosa atau masalah yang tidak ditegakkan berdasarkan data subyektif dan obyektif yang dikumpulkan atau disimpulkan. Analisa merupakan proses yang dinamik. Analisa sesuai dengan perkembangan pasien dan menjamin sesuai dengan perubahan baru, cepat diketahui dan dapat diambil tindakan yang tepat.

DX     : Ny..G P UK Minggu, hidup/mati, tunggal/ganda, letak  kepala/bokong, intra uterin / extra uterin, keadaan jalan lahir normal atau tidak, keadaan umum ibu baik atau tidak.

DS     : Adanya komunikasi verbal dari (klien, keluarga, paramedic) yang mengatakan tentang kondisi yang dialami ibu hamil.

DO     : Keadaan umum baik.
Kesadaran     : komposmentis ( sadar )
TTV               : Tensi : 100/70 130/90 mmHg
Suhu              : 36,5 37,40C
Nadi             : 76-92 x/menit
RR                 : 16-24 x/menit
Palpasi

Leopold I  : Untuk menentukan dan bagian apa yang ada difundus.

Leopold II : Apakah yang ada disamping kanan kiri abdomen jika lintang  akan ada (teraba) kepala dan bokong. Atau jika preskep akan teraba punggung dan ekstermitas.

Leopold III : Untuk menentukan bagian terbawah janin sudah masuk PAP/belum.

Leopold IV : Untuk menentukan seberapa jauh bagian terbawah janin masuk PAP.

Auskultasi

Dada     : Terdengar bunyi ronchi atau wheezing atau tidak.

Abdomen : Meteorismus /tidak, DJJ.

Perkusi

Lutut    : Reflek patella.

Abdomen        : Kembung atau tidak.

  1. Antisipasi Masalah Potensial
    Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial lainnya berdasarkan rangkaian masalah dengan diagnosa yang ada dan timbul tidak segera diatasi akan mengganggu keselamatan jiwa.
  2. Mengidentifikasi Kebutuhan Segera

Merupakan langkah sebagai proses Manajemen tidak hanya pada pemberian pelayanan dasar pada kunjungan antenatal tetapi juga pada saat bidan berada dengan klien.

  1. Intervensi

Yaitu perkembangan rencana sebagai proses merupakan langkah lanjutan setelah diagnosa ditegakkan. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang telah diubah teridentifikasi dari klien.

Diagnosa      : Ny..G.P.UK.minggu, hidup/ mati, tunggal/ ganda, letak kepala/ bokong, intra uterin/ extra uterin, keadaan jalan lahir normal/ tidak, keadaan umum ibu baik/ tidak.

Tujuan          : Setelah dilakukan pemeriksaan asuhan kebidanan selama 1 x 30 menit diharapkan ibu mengerti keadaan kehamilannya.

Kriteria hasil : Keadaan umum ibu baik.

TTV dalam batas normal.

Ibu dapat mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh petugas.
Ibu dapat mengulang penjelasan yang diberikan oleh petugas.
Intervensi        :

1)   Lakukan pendekatan terapeutik dengan pasien dan keluarga.
R/ : Dengan pendekatan terapeutik akan terbuka hubungan baik antara pasien, keluarga dan petugas.

2)   Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan.
R/ : Klien dapat kooperatif dalam tindakan.

3)   Berikan penjelasan kepada ibu tentang kehamilannya.
R/ : Dengan mengetahui keadaan kehamilannya, ibu dapat menjaga dan mau melakukan nasehat tenaga kesehatan.

4)   Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan bergizi.
R/ : Untuk menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.

5)   Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi obat-obatan yang telah diberikan.
R/ : Untuk kesehatan dan perkembangan ibu dan janin.

6)   Anjurkan pada ibu untuk istirahat dan mengurangi kerja berat.
R/ : Relaksasi otot-otot uterus.

7)   Berikan penjelasan pada ibu tentang tanda-tanda kehamilan secara teratur.

R/ : Deteksi dini adanya komplikasi.

Berikan penjelasan pada ibu untuk memeriksakan kehamilan secara teratur.

R/ : Dapat memantau dan mendeteksi adanya komplikasi.

  1. Implementasi

Implementasi yang komprehensif merupakan pengobatan dan perwujudan dari rencana yang telah disusun pada tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan dapat direalisasikan dengan baik apabila dapat diterapkan berdasarkan hakekat masalah, beberapa prinsip dalam pelaksanaan tindakan meliputi :

1)      Tindakan kebidanan apa yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau dilimpahkan pada staff.

2)      Penguasaan pengetahuan dan keterampilan bidan tentang tindakan yang dilakukan.

  1. Evaluasi

Adalah seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk pelaksanaan serta didasarkan atas tujuan dan criteria. Guna evaluasi ini adalah menilai efektifitas serta berbagai umpan balik memperbaiki dalam menyusun langkah baru dalam asuhan kebidanan menunjang tanggung jawab dalam evaluasi dengan menggunakan format SOAP, yaitu:

S (Subyektif)     : Menggambarkan pendokumentasian hasil

mengumpulkan data klien melalui anamnesa.

O (Obyektif)      : Menggambarkan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan petugas terhadap pasien.

A (Assessment) : Menggambarkan diagnosa , yang diambil melalui

data subyektif dan data obyektif.

P (Planning)       : Perencaan yang akan dilakukan petugas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: