KMME

29 Mar

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATARA BELAKANG

Salah satu cara deteksi dini kelainan tumbuh kembang anak adalah dengan deteksi dini penyimpangan emosional. Jangan sampai orang tua tidak mengetahui bahwa buah hati menderita autis atau hiperaktif. Dengan mengetahuinya sejak awal, maka kemampuan mereka bisa ditingkatkan dengan optimal.
Konsultan Spesialis Anak Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Harsono Salimo dr SpA (K), mengungkapkan, tujuan dari pemeriksaan atau deteksi dini penyimpangan mental emosional anak yaitu untuk mengetahui secara dini adanya masalah mental emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian (konsentrasi) dan hiperaktivitas pada anak agar dapat segera dilakukan tindakan intervensi.
Harsono menuturkan, jadwal deteksi dini masalah mental emosional adalah rutin setiap enam bulan, dilakukan untuk anak yang berusia 36 bulan sampai 72 bulan. “Jadwal pemeriksaan ini sesuai dengan jadwal pemeriksaan perkembangan anak. Biasanya alat yang digunakan adalah Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali masalah mental emosional anak umur 36 bulan sampai 72 bulan,” paparnya.
Ditekankan Harsono, tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh faktor genetik orangtuanya. Untuk itu bagi orangtua sebaiknya tahu jelas tentang kemungkinan adanya penyimpangan tumbuh kembang anak berdasarkan keturunannya juga.
“Namun begitu, tidak semua kelainan itu buruk hasilnya. Seperti misalnya bayi yang langsung bisa duduk tanpa harus tengkurap terlebih dahulu. Itu bukan masalah asalkan masih sesuai dengan umur anak. Ataupun pada bayi yang seharusnya mulai tengkurap usia empat sampai enam bulan, tapi baru pada usia delapan bulan bisa tengkurap, termasuk kelainan ringan. Hanya perlu ditambah stimulasi saja,” tukas Harsono.
Harsono menandaskan, pantauan tumbuh kembang anak harus tetap dilakukan hingga anak mencapai usia 18 tahun. Pasalnya, usia tersebut biasanya anak sudah berhenti tumbuh dan berkembang. n Triawati Prihatsari Purwanto

  1. TUJUAN

Tujuan pemeriksaan ini untuk menemukan secara dini adanya masalah mental emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas pada anak agar dapat segera dilakukan tindakan intervensi

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

PENGERTIAN

Deteksi dini perkembangan anak adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan penyimpangan tumbuh kembang secara dini agar lebih mudah diinterverensi. Bila penyimpangan terlambat dideteksi maka akan sulit diiterferensi dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Kuisioner Masalah Mental Emosional (KMME) adalah salah satu cara untuk mendeteksi dini tumbuh kembang anak. Yaitu  kegiatan pemeriksaan/skrining untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada anak balita pra-sekolah. Semakin dini ditemukan peyimpagan semakin mudah untuk dilakukan intervensi untuk perbaikannya, sebaliknya jika penyimpangan terlambat diketahui  maka intervensi perbaikannya lebih sulit ditemukan. Keuntugan deteksi dini yang lainnya adalah agar tenaga kesehatan mempunyai waktu dalam menyusun rencana dan melakukan tindakan/intrvensi yang tepat.

Alat skrining KMME menjaring kemungkinan gangguan mental emosional

41,7%. Penilaian gangguan perilaku mental emosional dengan menggunakan KMME (45,8%) dijumpai hampir sama dengan menggunakan PSC-17 (41,7%).

Gangguan mental emosional terbanyak adalah anak seringkali terlihat marah tanpa sebab yang berarti dan mudah tersinggung. Beberapa responden mengalami kemunduran perilaku menjadi lebih manja kepada ibu dan sedikit yang mengalami perasaan kecemasan berlebihan, konsentrasi yang buruk, cepat putus asa atau perilaku kebingungan sehingga kadang-kadang kesulitan berkomunikasi. Beberapa responden juga mengeluh nyeri kepala, lemas dan keluhan-keluhan fisik lainnya terutama malam hari tetapi hal tersebut diduga berhubungan dengan kadar gula darah yang rendah. Tidak ada responden yang menghindar dari teman-temannya kecuali memang sebelum menderita penyakit ia tidak begitu senang bergaul.

 

JADWAL DETEKSI DINI MELALUI KMME

Jadwal Deteksi DiniJadwal deteksi dini masalah mental emosional  melalui KMME adalah rutin setiap 6 bulan, dilakukan untuk anak yang berusia 36 bulan sampai 72 bulan. Jadwal ini sesuai  dengan jadwal skrining/pemeriksaan perkembangan anak. Alat yang digunakan adalah Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental emosional anak  umur  36 bulan sampai 72 bulan.

 

 

 

Dapat dilihat pada table di atas yang menunjukan jadwal tes deteksi tumbuh kembang , dan dapat disimpulkan bahwa tes KMME dilakukan pada anak berumur 36 bulan sampai 72 bulan.

 

 

PERTANYAAN SEPUTAR KUISIONER MASALAH MENTAL EMOSIONAL

1. sering terlihat marah.
2. menghindar dari teman-teman.
3. perilaku merusak dan menentang lingkungan.
4. takut atau kecemasan berlebih.
5. konsentrasi buruk/sulit.
6. kebingungan.
7. perubahan pola tidur.
8. perubahan pola makan.
9. sakit kepala, sakit perut, keluhan fisik.
10. putus asa.
11. kemunduran prilaku.
12. perbuatan yang di ulang-ulang.

keterangan :
a. bila ditemukan 1 masalah mental emosional maka lakukan konseling.
b. bila 2 atau lebih masalah mental emosional, rujuk anak ke fasilitas kesehatan, rumah sakit, psikolog.

 

LANGKAH MELAKUKAN KMME

Tanyakan  setiap pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tertulis pada KMME kepada orang tua/pengasuh anak. Catat dan hitung berapa banyak jumlah jwaban ‘YA’.

Interpretasi:

Bila ada satu atau lebih jawaban YA, maka kemungkinan anak mengalami masalah mental emosional.

Intervensi:

1)        Bila jawaban YA hanya ada 1, maka: Lakukan konseling kepada orang tua menggunakan Buku Pedoman Pola Asuh Yang Mendukung Perkembangan Anak. Lakukan evaluasi setelah 3 bulan, bila tidak ada perubahan maka anak dirujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak

.2)        Bila ditemukan dua atau lebih jawaban YA, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah merujuk anak ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. Rujukan harus disertai informasi mengenai jumlah dan masalah mental  emosional yang ditemukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Hal yang di gunakan  untuk mendeteksi secara dini adanya penyimpangan/masalah mental emosional pada anak prasekolah yaitu salah satunya dengan menggunakan KMME (Kuisioner Masalah Mental  Emosional). Yang dilakukan rutin setiap 6 bulan, dilakukan untuk anak yang berusia 36 bulan sampai 72 bulan. Yang terdiri dari 12 pertanyaan yang berkaitan dengan deteksi dini perkembangan emosional mental enak.

SARAN

Inilah yang dapat penulis persembahan, banyak hal yang kurang dalam pembahasan makalah ini sehingga jauh dari nilai kesempurnaan. Oleh karenanya itu dalam penulisan makalah ini penulis mengharapkan perhatian dari para pembaca berupa kritik dan sarannya. Sehingga dalam penyusunan makalah yang selanjutnya akan lebih baik, dan semoga dalam penyusunan makalah ini dapat bermanfaat bagi teman- teman pada umumnya dan penulis pada khususnya.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.harianjoglosemar.com/berita/pahami-masalah-mental-emosional-39335.html

http://ocw.usu.ac.id/course/download/1110000107-growth-and-development-system/gds137_slide.Hidayat A Aziz Alimul.2008. Pengantar ilmu kesehatan anak untuk pendidikan kebidanan. Jakarta. Salemba medika.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: